RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
| Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu | : : : : : : : | SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Bahasa Indonesia IX Mendengarkan : Memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengarkan syair. Menganalisis unsur-unsur syair yang diperdengarkan 1. Mampu menyimpulkan syarat-syarat syair 2. Mampu menganalisis syair yang diperdengatkan berdasarkan unsur-unsur syair. 2 X 40 ( 2 Pertemuan ) |
I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa Mampu menyimpulkan syarat-syarat syair.
2. Siswa Mampu menganalisis syair yang diperdengarkan berdasarkan unsur-unsur syair.
II. Materi Pembelajaran
Syair merupakan salah satu bentuk puisi lama. Setiap puisi lama memiliki ciri-ciri yang berbeda. Pada pembelajaran ini, kalian akan menyimpulkan ciri-ciri syair dan menganalisis unsur-unsur syair.
Perhatikan contih syair berikut!
Syair Abdul Muluk
“Dayang segera turunkan pergi,
Mengambil teropong berlagal kaki,
Lalu dibaca keanjung tinggi,
Siti meneropong kapal dan kici.
Sudah meneropong Siti terala,
Dayang tahadi meneropong pula,
Direbut dayang Ratna Jumala,
Katanya, ‘Huwa Allah Taala.
Kita meneropong tiada sempat,
Tangan merebut terlalu cepat!’
Direbut pada dayang Mahaibat,
Sambil tertawa mulut disumbat.
Seketika bersenda sekalian Siti,
Meneropong semua bersungguh hati,
Lepas seorang, seorang ganti,
Tampaklah kealatan muda yang sakit.
Tampaklah segala hububalang berjalan,
Bersiar dikapal berambal-ambalan,
Ia memakai pedang gemerlapan,
Pistol dipegang berjuluran.
Tampaklah hububalang berbagai-bagai,
Ada yang berjanggut, ada yang bermisai,
Ada berseban terumbai-rumbai,
Ada gemuk, ada yang lampai.
Ada yang seperti harimau menerkam,
Bersiar sambil tangan digenggam.
Ada yang menghisap hokah manikam,
Keluar dari mulut asapnya hitam”
Berambal-ambalan = berarak-arakan
Bermisai = bercambang
Hokah = pipa
Berdasarkan syair diatas, dapat kita ketahui ciri-ciri syair. Syair terdiri atas beberapa bait, satu bait terdiri atas empat baris, dan tiap baris terdiri atas empat kata. Setiap baris sekurang-kurangnya terdiri atas delapan sampai dengan dua belas suku kata, memiliki rima a-a-a-a, serta merupakan satu kesatuan yang utuh.
Setelah kalian menyimpulkan ciri-ciri syair, kalian dapat menganalisis unsur-unsur syair meliputi tema, perasaan, nada, dan amanat. Adapun makna dari tema, perasaan, nada, dan amanat adalah berikut.
1. Tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair. Contoh tema syair adalah ketuhanan, kemanusiaan, patrotisme, dan sebagainya.
2. Perasaan berkaitan dengan perasaan yang disampaikan penyair melalui syairnya. Syair dapat mengungkapkan perasaan yang beraneka ragam, mungkin perasaan sedih, kecewa, benci, rindu, maupan bahagia.
3. Nada merupakan sikap batin penyair yang hendak diekspresikan kepada pembaca. Misalnya ada nada menasihat, mencemoh, iri hati, penasaran, dan sebagainya.
4. Amanat berkenaan dengan maksud, pesan, atau tujuanyang hendak disampaikan penyair melalui syairnya.
Sebelum menentukan unsur-unsur syair diatas, kalian dapat membaca syair tersebut secara keseluruhan. Dengan demikian kalian dapat menjelaskan unsur-unsur syair secara lengkap dan utuh.
Berikut ringkasan cerita “Syair Abdul Muluk”.
Cerita syair Abdul Muluk dimulai dari negeri Barbari dengan raja-raja Sultan Abdul Aidid. Sultan ini memenjarakan seorang pedang Hindustan yang dituduh berbuat curang dalam pengaduannya. Pedang yang kemudian meninggal dalam penjara ini ternyata adalah paman Sultan Hindustan. Dendamlah Sultan Hindustan kepada Raja kerajaan Barbari. Tetapi, karena Raja Barbari amat kuat, saat pembalasan ditangguhkan oleh Sultan Hindustan.
Syahdan Abdul Aidid wafat dan negeri nya diperintah oleh anaknya, Sultan Abdul Mukari. Abdul mukari yang telah beristri, pada suatu hari bertemu dengan putri negeri Ban, Siti Akbari atau Bukit permata. Purti ini diambilnya sebagai istri nya yang kedua.
Sultan Hindustan yang mengetahui bahwa Sultan Abdul Aidid telah wafat segera menyerbu Barbari dan berhasil menahan Abdul Mukari beserta istri pertamanya. Ketika Sultan Hindustan bermaksud memperisti isti Sultan Abdul Mukari, istri pertama ini setuju asal ia diperistri bersama Siti Akbari. Ketika Siti Akbari dicari, ia ditemukan telah menjadi mayat dikamarnya.
Kalian telah mengetahui unsur-unsur syair. Berdasarkan syair diatas, kalian dapat menganalisis unsur-unsur syair tersebut sebagai contoh berikut.
1. Syair diatas bertema kepahlawanan.
2. Syair diatas mengungkapkan seorang istri ( isrti kedua ) yang berani melawan musuh demi membebaskan suaminya dan istri pertama dari tangan musuh.
3. Syair diatas memiliki nada memberitahukan kepada para pembaca bahwa seoarang istri berkewajiban membantu suami dan keluarga lainnya, meski harus mengorbankan nyawa.
4. Syair diatas memiliki amanat bahwa kita harus membela kebenaran.
III. Metode Pembelajaran
o Penugasan
o Tanya Jawab
o Ceramah
o Diskusi
IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Kegiatan Awa :
a. Berdoa
b. Absen.
c. Guru menjelaskan pembelajaran hari ini.
Kegiatan Inti :
a. Mendengarkan beberapa pembacaan syair dari narasumber.
b. Mengidentifikasi syarat-syarat syair.
c. Menganalisis syair berdasarkan unsur-unsur syair.
Kegiatan Akhir
a. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
V. Sumber Bahan / Alat / Bahan :
2008.Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP kelas IX
VI. Penilaian
Jenis Tagihan :
a. Tes tertulis
Bentuk Instrumen :
a. Tes uarian
Tarakan, 03 Mei 2011
Mengetahui,
| Guru Pamong Zulfatmi S.Pd NIP.196712151994122005 | Guru Mata Pelajaran, Antonius NPM.09601020086 |
SOAL
Simaklah dengan saksama pembaca syair yang dilakukan oleh temanmu! Sebagai evaluasi terhadap kemapuan menyimakmu, coba kamu kerjakan perintah soal dibawahnya dengan tidak membaca kembali syair tersebut.
Syair Burung Pungguk
“Bulan purnama cahayanya terang,
Bintang seperti indah dikarang,
Rawannya pungguk buakn sembarang.
Gemerlapan cahaya Bintang Kartika,
Beratur majelis bagai dijangka,
Sekaliannya bintang terbit belaka,
Pungguk melihat kalbunya duka…,
Tengah malam Pungguk terjaga,
Melihat Bintang Puyuh Laga,
Bintang Belantik beratur tiga,
Cahayanya terang tidak teringga…
Rawannya pungguk tiada terperi,
Melihat Bintang Pari-Pari,
Bulan purnama cahaya berseri,
Haram tak boleh pungguk hampiri …
Terbitlah bintang sebelah wetan,
Cahayanya limpah di tengah laut,
Menantikan sampai janji suratan …
Hari malam Bulan nan terang
Paksi berbunyi suaranya jarang,
Merak berbunyi segenap jurang,
Cengkerik bersyair mengatur sarang”
Kerjakan dengan cermat dan tuliskan jawabanmu dibuku tugasmu!
1. Tuliskan tema syair yang telah kamu simak!
2. Tuliskan perasaan syair yang kamu simak!
3. Tukiskan nada dari syair yang kamu simak!
4. Tulis amanat dari syair yang telah kamu simak!
5. Bandingkan hasil pekerjaanmu dengan teman-temanmu!
Diskusikanlah hasil pekerjaanmu tersebut!
PEDOMAN PENILAIAN
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut :
Skor Perolehan
Skor Maksimal