Kamis, 12 Januari 2012

RPP


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Nama Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Standar Kompetensi


Kompetensi Dasar

Indikator



Alokasi Waktu
:
:
:
:


:

:



:
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Bahasa Indonesia
IX
Mendengarkan :
Memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengarkan syair.
Menganalisis unsur-unsur syair yang diperdengarkan

1.    Mampu menyimpulkan syarat-syarat syair
2.     Mampu menganalisis syair yang diperdengatkan berdasarkan unsur-unsur syair.

2 X 40 ( 2 Pertemuan )


I.    Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa Mampu menyimpulkan syarat-syarat syair.
2.      Siswa Mampu menganalisis syair yang diperdengarkan berdasarkan unsur-unsur syair.

II. Materi Pembelajaran
     Syair merupakan salah satu bentuk puisi lama. Setiap puisi lama memiliki ciri-ciri yang berbeda. Pada pembelajaran ini, kalian akan menyimpulkan ciri-ciri syair dan menganalisis unsur-unsur syair.
Perhatikan contih syair berikut!


Syair Abdul Muluk
“Dayang segera turunkan pergi,
Mengambil teropong berlagal kaki,
Lalu dibaca keanjung tinggi,
Siti meneropong kapal dan kici.
Sudah meneropong Siti terala,
Dayang tahadi meneropong pula,
Direbut dayang Ratna Jumala,
Katanya, ‘Huwa Allah Taala.
Kita meneropong tiada sempat,
Tangan merebut terlalu cepat!’
Direbut pada dayang Mahaibat,
Sambil tertawa mulut disumbat.
Seketika bersenda sekalian Siti,
Meneropong semua bersungguh hati,
Lepas seorang, seorang ganti,
Tampaklah kealatan muda yang sakit.
Tampaklah segala hububalang berjalan,
Bersiar dikapal berambal-ambalan,
Ia memakai pedang gemerlapan,
Pistol dipegang berjuluran.
Tampaklah hububalang berbagai-bagai,
Ada yang berjanggut, ada yang bermisai,
Ada berseban terumbai-rumbai,
Ada gemuk, ada yang lampai.
Ada yang seperti harimau menerkam,
Bersiar sambil tangan digenggam.
Ada yang menghisap hokah manikam,
Keluar dari mulut asapnya hitam”

Berambal-ambalan = berarak-arakan
Bermisai = bercambang
            Hokah = pipa
      Berdasarkan syair diatas, dapat kita ketahui ciri-ciri syair. Syair terdiri atas beberapa bait, satu bait terdiri atas empat baris, dan tiap baris terdiri atas empat kata. Setiap baris sekurang-kurangnya terdiri atas delapan sampai dengan dua belas suku kata, memiliki rima a-a-a-a, serta merupakan satu kesatuan yang utuh.
     Setelah kalian menyimpulkan ciri-ciri syair, kalian dapat menganalisis unsur-unsur syair meliputi tema, perasaan, nada, dan amanat. Adapun makna dari tema, perasaan, nada, dan amanat adalah berikut.
1.      Tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair. Contoh tema syair adalah ketuhanan, kemanusiaan, patrotisme, dan sebagainya.
2.      Perasaan berkaitan dengan perasaan yang disampaikan penyair melalui syairnya. Syair dapat mengungkapkan perasaan yang beraneka ragam, mungkin perasaan sedih, kecewa, benci, rindu, maupan bahagia.
3.      Nada merupakan sikap batin penyair yang hendak diekspresikan kepada pembaca. Misalnya ada nada menasihat, mencemoh, iri hati, penasaran, dan sebagainya.
4.      Amanat berkenaan dengan maksud, pesan, atau tujuanyang hendak disampaikan penyair melalui syairnya.
      Sebelum menentukan unsur-unsur syair diatas, kalian dapat membaca syair tersebut secara keseluruhan. Dengan demikian kalian dapat menjelaskan unsur-unsur syair secara lengkap dan utuh.
Berikut ringkasan cerita “Syair Abdul Muluk”.
      Cerita syair Abdul Muluk dimulai dari negeri Barbari dengan raja-raja Sultan Abdul Aidid. Sultan ini memenjarakan seorang pedang Hindustan yang dituduh berbuat curang dalam pengaduannya. Pedang yang kemudian meninggal dalam penjara ini ternyata adalah paman Sultan Hindustan. Dendamlah Sultan Hindustan kepada Raja kerajaan Barbari. Tetapi, karena Raja Barbari amat kuat, saat pembalasan ditangguhkan oleh Sultan Hindustan.
      Syahdan Abdul Aidid wafat dan negeri nya diperintah oleh anaknya, Sultan Abdul Mukari. Abdul mukari yang telah beristri, pada suatu hari bertemu dengan putri negeri Ban, Siti Akbari atau Bukit permata. Purti ini diambilnya sebagai istri nya yang kedua.
     Sultan Hindustan yang mengetahui bahwa Sultan Abdul Aidid telah wafat segera menyerbu Barbari dan berhasil menahan Abdul Mukari beserta istri pertamanya. Ketika Sultan Hindustan bermaksud memperisti isti Sultan Abdul Mukari, istri pertama ini setuju asal ia diperistri bersama Siti Akbari. Ketika Siti Akbari dicari, ia ditemukan telah menjadi mayat dikamarnya.

      Kalian telah mengetahui unsur-unsur syair. Berdasarkan syair diatas, kalian dapat menganalisis unsur-unsur syair tersebut sebagai contoh berikut.
1.    Syair diatas bertema kepahlawanan.
2.    Syair diatas mengungkapkan seorang istri ( isrti kedua ) yang berani melawan musuh demi membebaskan suaminya dan istri pertama dari tangan musuh.
3.    Syair diatas memiliki nada memberitahukan kepada para pembaca bahwa seoarang istri berkewajiban membantu suami dan keluarga lainnya, meski harus mengorbankan nyawa.
4.    Syair diatas memiliki amanat bahwa kita harus membela kebenaran.
 
III.  Metode Pembelajaran
o   Penugasan
o   Tanya Jawab
o   Ceramah
o   Diskusi





IV.   Langkah – Langkah Pembelajaran
  Kegiatan Awa :
a.    Berdoa
b.    Absen.
c.    Guru menjelaskan pembelajaran hari ini.
  Kegiatan Inti :
a.       Mendengarkan beberapa pembacaan syair dari narasumber.
b.      Mengidentifikasi syarat-syarat syair.
c.       Menganalisis syair berdasarkan unsur-unsur syair.
  Kegiatan Akhir
a.    Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.

V.   Sumber Bahan / Alat / Bahan :
            2008.Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP kelas IX

VI.   Penilaian
Jenis Tagihan :
a.    Tes tertulis
Bentuk Instrumen :
a.    Tes uarian


                                                                   Tarakan, 03 Mei 2011


    Mengetahui,                
Guru Pamong




Zulfatmi S.Pd
NIP.196712151994122005
Guru Mata Pelajaran,




Antonius
NPM.09601020086





SOAL
Simaklah dengan saksama pembaca syair yang dilakukan oleh temanmu! Sebagai evaluasi terhadap kemapuan menyimakmu, coba kamu kerjakan perintah soal dibawahnya dengan tidak membaca kembali syair tersebut.

Syair Burung Pungguk
“Bulan purnama cahayanya terang,
Bintang seperti indah dikarang,
Rawannya pungguk buakn sembarang.

Gemerlapan cahaya Bintang Kartika,
Beratur majelis bagai dijangka,
Sekaliannya bintang terbit belaka,
Pungguk melihat kalbunya duka…,

Tengah malam Pungguk terjaga,
Melihat Bintang Puyuh Laga,
Bintang Belantik beratur tiga,
Cahayanya terang tidak teringga…

Rawannya pungguk tiada terperi,
Melihat Bintang Pari-Pari,
Bulan purnama cahaya berseri,
Haram tak boleh pungguk hampiri …
Terbitlah bintang sebelah wetan,
Cahayanya limpah di tengah laut,
Menantikan sampai janji suratan …
Hari malam Bulan nan terang
Paksi berbunyi suaranya jarang,
Merak berbunyi segenap jurang,
Cengkerik bersyair mengatur sarang”

Kerjakan dengan cermat dan tuliskan jawabanmu dibuku tugasmu!
1.    Tuliskan tema syair yang telah kamu simak!
2.    Tuliskan perasaan syair yang kamu simak!
3.    Tukiskan nada dari syair yang kamu simak!
4.    Tulis amanat dari syair yang telah kamu simak!
5.    Bandingkan hasil pekerjaanmu dengan teman-temanmu!
Diskusikanlah hasil pekerjaanmu tersebut!
         

PEDOMAN PENILAIAN
          Penghitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut :

                                               Skor Perolehan
                           Nilai Akhir  =                                  X 100 = Hasil
                                                         Skor Maksimal

Gombal


Tau gak bedanya km sama mantan ? | gk tau, mank apa ? | kalo mantan masa laluku, kalo kamu masa depanku

Kita berdua ini seperti sendal | "Kok sendal?" | Iya, kalo nggak berdua nggak akan ada artinya

Tau ga apa bedanya kmu sama lalat? | gatau, emang apa? | kalo lalat hinggap dimana2, kalo kmu hinggap di hatiku

Semenjak kenal sama kamu aku jadi benci keramaian | "loh kenapa?" | karna aku pngen berduaan terus sama kam
Aku mau buat kartun ah | kartun apa ?? | Kartunikah buat tamu undangan kita nanti :))

Cintaku ke kamu itu seperti keran rusak | kok Gitu ?? | iya, soalnya cintaku ga bisa berhenti mengalir ke hati kamu

Tau ga persamaanya kamu sama hujan ? | "gak tau, emang apa?" | samasama turun dari langit ()

Rasa cinta aku ke kamu itu seperti kentut | "Kok kentut sih?" | Iya, tidak terlihat tetapi bisa dirasakan. . .

Buah kurma, jatuh di atas pasir.
Mungkin aku bukan yg pertama.
tapi boleh kan jadi yg terakhir?
Tau ga persamaan kamu sama helm | "gak tau, emang apa?" | kalo helm klik dikepala, kalo kamu klik dihatiku. .

Kamu nggak capek berdiri terus? | Abis mau gimana lagi? | Duduk yuk sama aku | Dimana? | Di pelaminan :)

Tau ga persamaan km sama ortu aku ? | "gak tau, emang apa?"| sama2 berharga and brarti dalam hidup aku